Sekilas Cerita Kami Di Tahun Baru 2013


Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua,  suara orang-orang yang menunggu dan menghitung detik-detik terakhir penghujung tahun 2012 dan detik-detik awal pembuka tahun baru 2013, dan diikuti dengan menyelakan kembang api ala (Majusi) di ujung perhitungan SATU.

“Twiiinnnggg…Twiiinnnggg…Twiiinnnggg…Dooar…Doaar…Dooaar…Douare”

Suara letupan kembang api ala (Majusi) yang dinyalakan dan terbang meletup-letup di atas langit kemudian meledak dan membuat suara gaduh bergemuruh yang disusul dengan suara trompet ala (Yahudi) yang tidak mau berhenti sebelum kembang api ala (Majusi) selesai dan habis tak berbunyi lagi.

Preettt…Preettt,…PrertttPreettt…Preettt,…PrertttPreettt…Preettt,…Prerttt

Dan hal itu semualah yang banyak orang-orang saat ini banyak lakukan, baik di indonesia bahkan diseluruh dunia, tanpa terkecuali umat islam yang sudah terbawa arus dan ikut bersuka cita dan larut dalam kegembiraan pada detik-detik penghujung tahun 2012 dan pembuka tahun 2013 ala kaum (Nasrani), yang menandakan tahun baru dengan harapan yang baru, kondisi baru, pemikiran baru, semangat baru, bahkan pacar sampai istri baru serta setatus baru dari (P) jadi Tidak (P).

Dan Padahal Nabi Muhammad SAW sudah pernah bersabda dengan nada mengingatkan pada kita untuk menghindari hal itu dengan haditsnya yang sahih yang diriwayatkan oleh imam Al Bukhori, Muslim dan yang lain :

“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]

Dan hal sebaliknya yang kami lakukan di Rumah Muda bersama beberapa orang yaitu : Muhammad Sya’ban H yang katanya mau segera menjadi (S.Kom), Nur Muhammad Fuadi yang sengaja menanggalkan gelar (S.KomNya) karena terhalang judul, Irwan Saputra yang bingung moau pergih kemana, karena galau terlalu banyak mikirin makan, dan Indra Permana yang setatus sekarang katanya Presiden Mahasiswa di STMIK Amikom Yogyakarta yang kesepian ditinggal temen-temennya pergi merayakan tahun baru yang kemudian mengungsi ketempat kami. Dan kemudian suara tiupan terompet ala (Yahudi) dan letupan kembang api ala (Majusi) mulai terdengar gaduh bergemuruh dan kita pun hanya bisa tertawa ketika suara kembang api dan tiupan trompet berbunyi kencang, terlebih lagi tertawa karena kecewa pada Fuad yang gagal memecahkan rekor tidur selama satu tahun dari tahun 2012 sampai tahun 2013 karena terbangun sebelum jam 00:00, tapi untungnya ada Viqi Al-Fajri dan Anjar yang mampu memecahkan rekor tidur selama setahun, namun tetap fuad adalah yang ter keren.

Itulah cerita kami saat malam tahun baru yang kami tidak rayakan seperti orang-orang pada umumnya yang merayakan tahun baru dengan gaya khas kaum (Nasrani) dengan hura-hura, meniup trompet ala (Yahudi), dan menyalakan kembang api ala (Majusi). Walaupun terkesan biasa dan mungkin gak gaul buanget, tapi itu gak masalah yang penting kami tetap terjaga dan terhindar dari hal-hal yang melanggar Aqidah yang dapat merusak keyakinan.,

Created By : Jamaludin Muslih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s