Latar Belakang Pentingnya “Wawasan Kebangsaan Sebagai Landasan Penggerak Kebangkitan Bangsa”


Banyak kalangan yang melihat perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan. Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan

 Pandangan di atas sungguh wajar dan tidak mengada-ada. Krisis yang dialami oleh Indonesia ini menjadi sangat multi dimensional yang saling mengait. Krisis ekonomi yang tidak kunjung henti berdampak pada krisis sosial dan politik, yang pada perkembangannya justru menyulitkan upaya pemulihan ekonomi. Konflik horizontal dan vertikal yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan salah satu  akibat dari semua krisis yang terjadi, yang tentu akan melahirkan ancaman dis-integrasi bangsa. Apalagi bila melihat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural seperti beragamnya suku, budaya daerah, agama, dan berbagai aspek politik lainnya, serta kondisi geografis negara kepulauan yang tersebar. Semua ini mengandung potensi konflik (latent sosial conflict) yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Berdasarkan Survey Kehidupan Bernegara(SKB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 27-29 Mei 2011, ditemukan bahwa persentase masyarakat yang mengetahui tentang NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara hanya sekitar 67-78 persen. Dari hasil Survey yang dilakukan di 181 kabupaten/kota, di 33 propinsi, di seluruh Indonesia yang melibatkan 12.056 responden ini tampak bahwa masyarakat Indonesia memiliki wawasan kebangsaan yang minim.

 Minimnya pemahaman dan ketidakpedulian masyarakat Indonesia tentang empat pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara, terkhusus NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan kebangsaan di negeri ini. Seperti yang terjadi belakangan ini; tawuran antar pelajar, pelajar yang mengeroyok pekerja pers, pemboman di rumah ibadah, perselisihan antar kelompok masyarakat, antar golongan, antar agama, dan antar etnis.

 Tidak berhenti disitu saja, masih banyak lagi permasalahan yang lainnya, yaitu tindakan para pejabat Negara yang mengkorupsikan uang rakyat. Tindakan korupsi para pejabat ini berperan besar dalam mempercepat degradasi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena masyarakat menjadi kehilangan kepercayaan terhadap pemimpin negara ini. Selain itu, sistim politik dan ekonomi juga semakin melemah, sehingga berdampak buruk terhadap kesejahteraan masyarakat. Masyarakat pun tidak lagi memperdulikan kondisi bangsa, karena perhatiannya sudah terfokus pada perut sejengkalnya yang sulit untuk diisi.Dan, masalah yang baru-baru ini adalah kerusuhan yang terjadi di Papua.

 Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai permasalahan kebangsaan yang terjadi saat ini maka wawasan kebangsaan perlu direvitalisasi. Revitalisasi atau pengutamaan kembali wawasan kebangsaan sangatlah urgen, karena jika hal ini tidak segera dilakukan maka NKRI akan terancam punah. Dan cita-cita NKRI hanya tinggal kenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s