Saat Kita Mulai Mencoba Untuk Mengenal Hak Asasi Manusia (HAM)


Wow kelihatannya sudah lama sekali yach, Kami gak mengupdate berita-berita, artikel maupun suasana hati saat ini, padahal janjinya dulu Kami bakal always mengupload apaun yang terjadi setiap harinya. tapi alhasil dan nyatanya hal itu tidak berjalan sebagai mana mesti, sampai akhirnya hari ini tepatnya tanggal 13 Februari 2013, Ka,i mencoba untuk berusaaha menulis lagi, yang tiada lain tujuannya untuk berbagi kepada temen-temen semua tentang sesuatu hal yang wow..hehehehe… Tetapi mungkin untuk malam ini Kami tidak akan bercerita tentang hal mengenai Kami, tapi Kita Kami akan berbicara tentang Hak Asasi Manusia (HAM), seperti terdapat pada Judul di atas “Saat Kita Mulai Mencoba Untuk Mengenal Hak Asasi Manusia (HAM)”.

Hak-azasi-manusia

Apakah temen-temen sudah siap? kalau sudah, mari Kita sama-sama mengenal tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu satu dengan yang lainnya, individu dengan intansi atau intansi dengan instansi itu sendiri. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh oleh siapapun baik secara individu maupun secara kelompok (organisasi/lembaga/intansi). Masalah Hak Asasi Manusia (HAM) adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama diera reformasi seperti saat ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dibandingkan diera sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa Kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain dalam hal pemenuhan hak, jangan sampai kita melakukan pelanggaran hak terhadap orang lain dalam usaha untuk memperolehan hak pada diri kita sendiri dan harus tetap berada pada koridor keseimbangan dengan adanya kewajiban, karena pada dasarnya tidak akan ada Hak tanpa adanya kewajiban.

human rights for all

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Pasal 1 Angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM menyatakan bahwa “Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.

Menurut Prof. Koentjoro Poerbo Pranoto(1976), hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci.

Menurut G.J. Wolhots, hak-hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang melekat dan berakar pada tabiat setiap pribadi manusia, bersifat kemanusiaan.

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa hak asasi atau hak-hak pokok bersifat universal. Buktinya adalah bahwa hak dasar ini dimiliki oleh setiap manusia dan tidak dapat dipisahkan dari pribadi siapa pun darimana dan kapan pun manusia itu berada. Sehingga peraturan perundang-undangan yang diberlakukan di Indonesia juga harus senantiasa mencerminkan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), dengan kata lain tidak boleh bertentangan dengan HAM sebagaimana yang telah diatur dalam konstitusi (UUD 1945), karena HAM ialah hak-hak yang melekat pada manusia yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. Konstitusi (UUD 1945) telah memberikan pengaturan tentang HAM sebagai berikut:

a. Personal Right  atau Hak Asasi Pribadi (pasal 28 dan pasal 29)

b. Property Right atau Hak Asasi Ekonomi atau Hak Milik (pasal 33)

c. Right of Legal Equality atau Hak Asasi Persamaan Hukum (pasal 27 ayat 1)

d. Political Right atau Hak Asasi Politik (pasal 27 ayat 1 dan pasal 28)

e. Sosial and Culture Right atau Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (pasal 31, pasal 32, pasal 34)

f. Procedural Right atau Hak Asasi Perlakuan Tata Cara Peradilan dan Perlindungan Hukum  (pasal 27 ayat 1)

Amandemen kedua UUD 1945 telah memberikan perubahan terhadap pengaturan HAM di Indonesia. Kalau sebelum amandemen kedua pengaturan HAM dalam UUD 1945 diatur secara terpisah, namun pasca amandemen kedua, UUD 1945 telah mengatur HAM secara lebih sistematis dalam satu bab, yaitu di dalam pasal 28A sampai dengan Pasal 28J UUD 1945. Pasal tersebut telah menjadi landasan konstitusional bagi perlindungan HAM di Indonesia.

Yaps, mungkin itu saja yang dapat Kami bagi untuk malam ini tentang Hak Asasi Manusia (HAM) mulai dari pengertian sampai dengan macam-macam Hak Asasi Manusia (HAM) itu sendiri, semoga bermanfaat dan wajib diingat dan dipahami bahwa “Hak yang baik adalah hak yang dilandasi dan diiringi dengan adanya kewajiba, baik secara individu maupun kelompok (Intansi/Organisasi/Lembaga)”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s