Tinjauan Teoritis Tentang “Wawasan Kebangsaan Sebagai Landasan Penggerak Kebangkitan Bangsa”


Masih pada tema yang sama yaitu tentang “Wawasan Kebangsaan Sebagai Landasan Penggerak Kebangkitan Bangsa”, dengan pembahasan yang berbeda dengan tujuan untuk mendukung artikel sebelumya yang telah diterbitkan beberapa menit yang lalu, dimana dalam pembahasan kali ini kami akan meninjau dari aspek teoritis dengan memaparkan pengertian wawasan kebangsaan dan teori-teori yang berkaitan dengannya berdasarkan berbagai sumber dan pendapat para ahli.

A.     Pengertian Wawasan Kebangasaan 

Wawasan Kebangsaan, sekilas itu hanya sebaris kalimat yang terdiri dari dua suku kata, dimana “Wawasan Kebangsaan” adalah salah suatu yang sangat penting untuk kembali di pahami karena paham akan hal tersebut tidak akan pernah mati dan akan selalu dibutuhkan untuk menciptakan keseimbangan dalam suatu Negara.

Wawasan Kebangsaan memiliki dua makna yang sangat berarti dan penting untuk di pahami yaitu kata wawasan dan kebangsaan. Wawasn bermakna kemampuan untuk memahami atau memandang suatu konsep tertentu sesuai dengan konsep atau pokok pikiran yang terkandung didalamnya.Sedangkan kebangsaan itu sendiri adalah tindak tanduk kesadaran dan sikap yang memandang diri sebagai suatu kelompok bangsa yang sama dengan keterikatan sosiokultural yang disepakati bersama.

Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara itu. Unsur-unsur dasar wawasan kebangsaan itu ialah: wadah (organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wawasan itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang:

  1. Satu kesatuan bangsa
  2. Satu kesatuan budaya
  3. Satu kesatuan wilayah
  4. Satu kesatuan ekonomi
  5. Satu kesatuan hankam.

Teori-teori yang dapat mendukung rumusan tersebut antara lain :

1.     Menuruta Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Konas Menwa) Indonesi, Bp. A Riza Patria.

Wawasan kebangsaan merupakan salah satu wahana membangun rasa dan semangat cinta tanah air, dalam rangka mewujudkan partisipasi aktif rakyat untuk bela Negara,

 2.     Teori Talcott Parsons (1951)

Talcott Parsons (1951) mengenai teori sistem, menyatakan bahwa “wawasan kebangsaan dapat dipandang sebagai suatu falsafah hidup yang berada pada tataran sub-sistem budaya. Dalam tataran ini wawasan kebangsaan dipandang sebagai ‘way of life’ atau merupakan kerangka/peta pengetahuan yang mendorong terwujudnya tingkah laku dan digunakan sebagai acuan bagi seseorang untuk menghadapi dan menginterpretasi lingkungannya”. Jadi, sebenarnya setiap masyarakat Indonesia haruslah menjadikan wawasan kebangsaan sebagai tolok ukur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena jika tidak, maka setiap masyarakat Indonesia akan cenderung mengutamakan kepentingan pribadi dan golongannya, sehingga berdampak buruk terhadap keutuhan bangsa.

3.     Paham Machiavelli (Abad XVII)

Dalam bukunya tentang politik yang diterjemahkan kedalam bahasa dengan judul “The Prince”, Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri dengan kokoh.Didalamnya terkandung beberapa postulat dan cara pandang tentang bagaimanamemelihara kekuasaan politik. Menurut Machiavelli, sebuah negara akan bertahanapabila menerapkan dalil-dalil berikut: pertama, segala cara dihalalkan dalammerebut dan mempertahankan kekuasaan; kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (divide et impera) adalah sah; dan ketiga, dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas ), yang kuat pasti dapat bertahandan menang. Semasa Machiavelli hidup, buku “The Prince” dilarang beredar oleh SriPaus karena dianggap amoral. Tetapi setelah Machiavelli meninggal, buku tersebutmenjadi sangat dan banyak dipelajari oleh orang-orang serta dijadikan pedoman oleh banyak kalangan politisi dan para kalangan elite politik.

4.     Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII)

Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut baik dari Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depanakan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional.Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki danmenjajah negara-negara disekitar Prancis. Ketiga postulat Machiavelli telahdiimplementasikan dengan sempurna oleh Napoleon, namun menjadi bumerang bagidirinya sendiri sehingg akhir kariernya dibuang ke Pulau Elba.

5.     Pengertian wawasan kebangsaan berdasarkan ketetapan majelis permusyawarahan rakyat tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah sebagai berikut:

wawasan kebangsaan yang merupakan wawasan nasional yang bersumber padaPancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsaIndonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dankesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

6.     Pengertian wawasan kebangsaan menurut prof. Dr. Wan usman (KetuaProgram S-2 PKN – UI )

“wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa indonesia mengenai diri dantanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”. Hal tersebut disampaikannya saat lokakarya wawsan nusantara danketahanan nasional di Lemhanas pada Januari 2000. Ia juga menjelaskan bahwawawasan nusantara merupakan geopolitik indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s